Dituding Amankan Kasus Alkes, LHI Malah Dapatkan Bukti Baru

Bagikan Berita

MajalahPro.Co.Id, Soppeng – Ketua Umum Lembaga Kajian Dan Advokasi Hak Asasi Manusia Indonesia (LAK-HAM INDONESIA) melalui Humas, Faisal, menegaskan bahwa pihaknya tidak main-main dan tidak bermain mata dengan kekuasaan, apalagi terkait dengan kasus dugaan korupsi alat dan material kesehatan (almatkes) di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan (Sulsel).

“Kami tidak main-main dengan apa yang kami laporkan sekarang ini,” ujar Faisal, Senin malam (24/5/2021).

Hal ini, lanjut Faisal, karena ada orang-orang yang tidak bertanggungjawab yang menuding bahwa LAK-HAM INDONESIA sudah diamankan terkait kasus alkes.

“Ini sangat tidak benar adanya, bahkan pak Ketum membantah hal tersebut,” tegasnya.

Ditegaskan Faisal, bahkan kasus tersebut kembali didapatkan temuan baru atau alat bukti baru yang akan memperkuat laporan ini.

“Sekarang ini kami menggandeng kekuatan dengan membentuk koalisi anti maling dari berbagai ormas atau LSM di Jakarta. Disamping itu, jangankan alkes, alat bukti tambahan untuk kasus pasar Cabbeng pun sudah kami kantongi,” tegasnya.

Diberitakan A1News.net sebelumnya, LAK-HAM INDONESIA menemukan beberapa dugaan penyalahgunaan anggaran, diantaranya proyek pengadaan alat material kesehatan (almatkes) untuk penanganan Covid-19 yang bersumber dari APBD Kabupaten Soppeng Tahun Anggaran 2020, sekitar Rp59 miliar.

Kemudian, dalam RAB pengadaan almatkes diperkirakan mencapai 100 jenis item material kesehatan yang dibelanjakan namun dari ratusan item material tersebut diduga terdapat material yang tidak diadakan atau fiktif. Dan juga diduga terjadi penggelembungan harga terhadap sejumlah item almatkes.

“Ya betul, kasus dugaan penyalahgunaan anggaran yang diduga merugikan negara telah kami laporkan ke KPK. Pihak aparat penegak hukum-lah yang memproses lebih lanjut,” singkat kata Ketua Umum LAK-HAM INDONESIA, Arham MS, Rabu sore (12/5).

 

(EPS)