Menyikapi Bencana Palu-Donggala, Bupati Soppeng Bisa Jadi Contoh

Bagikan Berita

MAJALAHPRO, SOPPENG – Angka 1.424 menjadi perkiraaan total korban saat ini dari tragedi Bencana Gempa dan Tsunami di Palu, Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah.

Hingga Jumat (5/10), Beragam bantuan dari berbagai daerah mulai disalurkan bagi korban bencana. Tak tanggung tanggung sejumlah Pemimpin Daerah pun ikut mengawal bantuan yang disalurkan.

Namun diantara semua Pejabat Pemerintahan baik kota/Kabupaten ataupun bahkan Provinsi, Nama Bupati Soppeng H.A.Kaswadi Razak bisa dikatakan yang paling istimewa.

Dialah Bupati Pertama yang Berani menginjakan kaki di lokasi bencana.

Dialah Bupati Pertama yang Berani membawa bantuan logistik untuk korban di lokasi bencana.

Dialah Bupati Pertama yang Berani mengangkut pengungsi untuk dipulangkan ke daerahnya masing masing.

Dengan beragam resiko yang mungkin akan diterimanya, Langkah Sang Bupati seolah tak terjamah oleh rasa takut.

“Luar Biasa Bupati Soppeng, datang jauh jauh melihat warganya, pejabat daerah setempat saja kalah” tutur salah seorang warga Palu Barat.

Beragam Pujian terus dilontarakan warga, tidak hanya dilokasi bencana namun juga warga lainnya.

Ketika pemimpin daerah lain mungkin masih berpikir untuk mempersiapkan bantuan apa yang akan dikirim, Bupati Soppeng ini justru sudah ada dilokasi bencana.

Dibandingkan dengan daerah lain, bantuan yang diberikan mungkin tak seberapa.

Di pemberangkatan pertama misalnya, Minggu 30 Oktober, kurang lebih hanya 4 truk dan beberapa kendaraan kecil digunakan untuk mengangkut bantuan logistik.

Namun seperti kata kata bijak ‘Sepiring nasi saat orang lapar jauh lebih berharga, Dibanding segudang beras saat orang sudah kenyang’

Semua bantuan yang dibawa hari itu habis tak tersisa, tidak hanya untuk warga soppeng saja yang menjadi korban, bahkan warga luar pun membludak untuk sekedar mendapatkan beberapa bungkus mie instan, dan air mineral.

“Semua warga harus mendapatkan, tidak hanya orang soppeng, selama kita masih punya, berikan” adalah kata kata yang terus dilontarakan kaswadi selama berada dilokasi bencana.

Dan hasilnya, tak selang beberapa lama, bantuan logistik yang jauh lebih banyak dari sebelumnya kembali dikirimkan dari soppeng menuju palu. Dan seolah terlecut, bantuan dari daerah lain pun mulai disalurkan setelah moment itu.

Tak hanya mengenai bantuan logistik saja yang menjadi perhatian, keberanian Bupati Soppeng ini dalam menempuh jalur jalur lokasi bencana pun patut mendapat apresiasi.

Isu isu mengenai penjarahan yang biasa terjadi di lokasi bencana, dihadapi Kaswadi dengan manajemen dan pengaturan yang baik.

Tak ada kekerasan yang timbul, semuanya diselesaikan dengan aman dengan cara kekeluargaan.

Bahkan ketika tim relawan terjun langsung ke sejumlah titik lokasi bencana dan mendapatkan kekerasan verbal berupa makian dari warga karena mengangap tim berasal dari pemerintah setempat, Bupati Soppeng ini tetaplah tenang sambil memberikan pengertian pada warga.

Mendengarkan keluhan warga, dan menjelaskan tujuan dan asal, menjadi hal yang dilakukan Kaswadi saat turun dilokasi.

Tak berhenti disitu, Sikap rendah hati Kaswadi saat berada dilokasi bencana pun sangat terlihat.

Tak ada perlakuan istimewa yang dimintanya, Tidur tanpa alas dan tanpa tenda di lapangan Posko menjadi pemandangan biasa, makan bersama relawan dengan menu nasi putih dicampur mie instan dan sedikit ikan kering pun dilakukannya, tanpa keluhan, hanya senyum yang terkembang, bahkan beberapa kali candaan dilontarkannya saat bertemu dengan beberapa relawan.

“Itu Relawan yang ngoroknya Keras sekali saat tidur siapa ya?, dan relawan yang teriak teriak ‘gempa’ sambil lari malam malam itu lucu sekali” kata Kaswadi sambil tertawa.

Salah satu moment yang juga cukup menyita perhatian adalah saat hari terakhir tim relawan yang dipimpinnya berada dilokasi posko.

Berniat membawa pulang pengungsi soppeng yang ingin pulang kampung, ternyata permintaan warga dari daerah lain juga datang, tak ayal permintaan pun membludak, dan membuat kendaraan yang digunakan tak cukup, Bupati Soppeng ini pun langsung memesan Bus Tambahan.

Sambil Menunggu bus jemputan datang, dan sementara bus pengantar kembali, Bupati Soppeng ini justru memilih untuk tetap tinggal dilokasi.

“Saya akan tetap disini menemani, sampai semuanya berangkat, tak ada yang akan ditinggal, pengungsi dari daerah mana saja, akan kami antar” tutur kaswadi.

Alhasil selama malam itu tak terjadi kejadian apapun yeng mencemaskan, warga yang menunggu terlihat sabar, semua berjalan lancar dan tenang.

Jadi tidak salah memang jika kita mengatakan bahwa jika ingin menyikapi bencana Palu-Donggala, maka Bupati Soppeng bisa menjadi Contoh.

Bagaimana mengambil Keputusan.

Bagaimana mengambil Sikap. (Id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *