Hakim Fasilitasi Mediasi Penggugat Dan Tergugat

Bagikan Berita

MAKASSAR-Majalah Pro.co.id — Sidang kedua perkara 142/Pdt.G/2021 di Pengadilan Negeri Makassar antara pelapor Dr. H. Dahlan Abu Bakar, M.Hum, Hasan Kuba, Andi Patarawai Wawo dan Anwar Sanusi sebagai pihak Penggugat dan Pengurus PWI Sulsel, PWI Pusat sebagai pihak tergugat dan Dewan Kehormatan Pusat sebagai pihak turut tergugat, akan dilanjutkan, Selasa, ( 6/7 ).

Sidang kedua yang berlangsung singkat dihadir kuasa hukum penggugat, Upa Labuhari SH, MH dan Hadi Soetrisno, SH, menyatakan kalau mediasi seharus dihadirkan prinsipal ( tergugat ).

” Hakim perkenalan mediasi yang dipimpin Burhanuddin meminta pada persidangan mediasi kedepan supaya menghadirkan pihak penggugat dan tergugat, sehingga bisa diambil keputusan sebelum persidangan dilanjutkan,” jelas Upa Labuhari usai sidang.

Sementara Hadi Soetriasno menyatakan, walaupun sudah ada pernyataan sikap dari empat penggugat untuk tidak akan damai tapi proses hukum harus dipenuhi.

” Ketentuan hukumnya sebelum lanjut kepersidangan memang memuat aturan mediasi, jadi nanti disampaikan menerima atau menolak untuk damai,” ujarnya.

Upa menambahkan, bahwa Hakim perkenalan mediasi, Burhanuddin, di depan para kuasa hukum menyampaikan agar membaca tuntutan perkara yang diajukan penggugat dan direspon karena tidak mungkin penggugat mengajukan gugatan kalau tidak ada masalah.

Hasan Kuba yang mewakili penggugat menyatakan bahwa sampai saat ini tidak ada kata damai dan akan terus melakukan upaya hukum untuk sebuah kebenaran.

” Tuntutan kita, semua proses konferensi dan pelantikan dianulir, karena melanggar PD/PRT organisasi, termasuk memberikan sanksi pemberhentian kepada Ketum PWI Pusat dan PWI Sulsel karena tidak mengindahkan suara kami dan rekomendasi Dewan Kehormatan Pusat,” tegasnya.

Sidang yang berlangsung Selasa ( 29/6), masing-masing dihadiri Kuasa Hukum kedua belah pihak kecuali dari Dewan Kehormatan Pusat. (as/**)