Fashion Show Sutra Soppeng, Semarakkan Indogreen Environment & Forestry Expo 2019

Bagikan Berita
 Photo : (FB page Lipue)

MAKASSAR, MAJALAHPRO – Pemerintah Kabupaten Soppeng ikut Semarakkan pelaksanaan Pameran 11th Indogreen Environment & Forestry Expo 2019

Kegiatantersebut diselenggarakan oleh Kementrian Ligkungan Hidup dan Kehutanan RI di Celebes Convention Center, Makassar, Kamis 4/4/2019

Pameran yang akan dilaksanakan selama 4 hari mulai dari tanggal 4 – 7 April 2019 menampilkan produk-produk lokal dari beberapa Kabupaten/kota termasuk 101 perusahaan dari Swasta, pemerintah dan Komunitas

Tak ketinggalan kain sutra yang menjadi produk andalan Kabupaten Soppeng ditampilkan di stand pameran

Bahkan pada acara pembukaan sempat ditampilkan Fashion Show berbahan sutra dari Kabupaten Soppeng binaan Dekranasda

Menurut ketua panitia, H.M. Syukur Sakka. Pelaksanaan pameran ini diharapkan dapat merangsang laju pertumbuhan ekonomi di Makassar dan kota-kota lainnya

Selain itu kata H.M Syukur, kegiatan ini memberikan informasi terkait lingkungan dan Bumi, karena Bumi ini merupakan urat nadi bagi kehidupan

“Banyaknya bencana alam yang terjadi tidak terlepas dari campur tangan atau ulah dari manusia itu sendiri olehnya itu bumi ini perlu kita jaga bersama,”ujarnya

Hal senada juga disampaikan oleh wakil gubernur Sulawesi Selatan A. Sudirman Sulaiman, ST menurutnya,kerusakan hutan saat ini adalah bagian dari campur tangan manusia yang tidak terkendali

Untuk itu ungkap Sudirman Sulaiman, Pemprov Sulawesi Selatan telah membentuk Satgas untuk menanggulangi akibat atau dampak dari bencana banjir yang terjadi di Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu

“Selain menanggulangi dampak dari bencana alam kita juga wajib mengembalikan fungsi-fungsi hutan agar bencana tidak terjadi lagi,”tegasnya

“Salah satu upaya kami adalah melaksanakan penanaman kembali hutan-hutan yang sudah gundul dengan tanaman-tanaman yang sesuai dengan karakteristik wilayahnya masing-masing,”tambahnya

Sementara sambutan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, diwakili oleh Sekjen Dr. Ir. Bambang Hendroyono, MM menyampaikan, salah satu upaya dalam menjaga kondisi hutanan adalah dengan membuat moratorium kawasan hutan

“Dua issu penting yang saat ini dikelola oleh KLHK yaitu Brown Issu dan Green Issu,”kata Bambang Hendroyono

Dipaparkanya, Brown issu, adalah pengelolaan sampah dan pengendalian kerusakan lingkungan dengan melakukan daur ulang sampah serta mencegah pencemaran lingkungan dan memelihara ekosistem

Sedangkan Green issu, yakni memberikan akses legal kepada masyarakat untuk mengelola hutan sesuai dengan aturan yang ada

“Khusus Provinsi Sulawesi Selatan sudah ada akses legal kepada 41.433 Kepala Keluarga (KK) dan 505 kelompok tani,”ungkapnya

“Kedepan kita berharap kehutanan dan pengelolaan lingkungan bisa lebih baik lagi mulai dari hulu hingga hilir, karena kita ingin mengembalikan fungsi lahan, fungsi hutan seperti sedia kala dan kami berharap sulawesi selatan dapat menjadi contoh dari program ini,”pungkasnya

Turut hadir diacara tersebut, Forkopimda SulSel, Anggota DPRD SulSel, Kepala OPD Prov. SulSel, Kadis Budpar Kab. Soppeng, Kadis PTSP Kab. Soppeng, Kabag Humas dan Protokol, Kabag Ekonomi Pembangunan Kab. Soppeng dan Pengurus Dekranasda Kab. Soppeng. (**)