35 Tahun Menjaga Eksistensi Permandian Ompo yang Kian “Menua”

Bagikan Berita

MAJALAHPRO, SOPPENG – Masa masa kejayaan Permandian Ompo sebagai tempat kunjungan wisata favorit yang terdapat di Kota soppeng mungkin sudah lewat.

Tahun tahun dimana permandian ompo dipenuhi wisatawan dari berbagai daerah pun mungkin sudah bisa menjadi cerita masa lalu.

Ompo yang sekarang, bukanlah Ompo yang dulu.

Tergerus zaman dan perubahan, Permandian Ompo seolah tak berdaya dengan tuntutan waktu, beragam “Penyakit” di “Tubuh Tua” Permandian Ompo tak jua mendapatkan perawatan maksimal.

Namun secercah harapan untuk menjaga eksistensi Permandian Ompo tetap ada di dalam hati, setidaknya dari seorang karyawan yang telah mengabdikan dirinya 35 tahun lebih di Permandian Ompo, Ismail.

Bekerja sejak 1983, Ismail dengan sabar menjalankan setiap tugas yang dibebankan kepadanya guna menjaga fasilitas permandian ompo dari tahun ke tahun.

“100% Ompo yang sekarang mengalami penurunan, dibandingkan tahun tahun sebelumnya, Ompo sekarang semakin merosot, jika dulu para pengunjung datang untuk berenang, maka sekarang pengunjung justru datang hanya untuk sekedar melakukan ritual adat yang mereka niatkan”

“Tak ada lagi pengunjung yang datang untuk berenang, kalaupun ada paling cuma beberapa, itu pun hanya di waktu tertentu saja” tutur Ismail.

Fasilitas pun diakui ismail menjadi penyebab dari semua persolan ini. Tak adanya perbaikan maksimal pada fasilitas kolam renang menjadi salah satu sumber utama.

“Kolam permandian disini itukan semuanya bocor, kalaupun diisi air pasti akan surut juga karena lantai bawahnya itu semuanya sudah jebol, bahkan sebenarnya berbahaya bagi para pengunjung yang datang, karena kalau tidak hati hati bisa terkena patahan lantai yang bocor sehingga bisa menyebabkan luka” ungkapnya.

Atas hal itu, Ismail yang sampai sekarang ini statusnya masih sebagai tenaga sukarela dengan gaji Rp 600 Ribu per Tiga Bulan pun berharap ada perhatian lebih dari pemerintah setempat guna memperbaiki permandian Ompo ini.

“Jika saja permandian ini betul betul diperbaiki, saya yakin Ompo akan kembali berjaya, orang orang akan datang kembali untuk berenang, dan menikmati Ompo sebagaimana mestinya”

“Perhatian, menjadi hal utama yang harus dimiliki, dengan perhatian maka respon cepat bisa dilakukan, jika ada yang rusak pasti bisa langsung diperbaiki, jangan seperti sekarang ini, jika ada yang rusak maka kami para pekerja sukarelawan ini yang justru terkadang harus bekerja lebih dan bahkan sampai keluar uang untuk memperbaiki”ungkapnya. (Id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *