Warga Serahkan 160 Pucuk Senjata Rakitan Kepada Satgas Pamtas Kodam VI/Mlw

Bagikan Berita

Nunukan, majalahpro.co.id – Sebanyak 160 pucuk senjata rakitan diserahkan warga kepada Satuan Tugas pengamanan perbatasan Kodam VI/Mulawarman di wilayah Kalimantan Utara, pada Jum’at, 14/6/2019

Keberhasilan tersebut dilakukan melalui komunikasi sosial secara intens kepada warga di wilayah Kalimantan Utara oleh Satgas pengamanan perbatasan dari Yonif 611/Awl dan Yonif 621/Mtg serta bersama Kodim 0911/Nunukan dan Kodim 0907/Tarakan

Senjata rakitan dengan berbagai jenis tersebut adalah milik warga secara pribadi yang dipergunakan untuk keperluan tertentu

Dari160 pucuk senjata rakitan tersebut, 159 pucuk senjata jenis senapan panjang dan 1 pucuk pistol rakitan. Saat ini semua senjata telah diserahkan pihak Kodim 0911/Nunukan kepada Tim peralatan Kodam VI/Mlw di Tarakan untuk dilakukan pemusnahan

Komandan Kodim 0907/Tarakan Letkol Inf Eko Antoni Chandra mengatakan, semua warga yang menyerahkan senjata rakitan yang dimilikinya karena pendekatan melalui komunikasi sosial yang selama ini dilakukan oleh anggota Satgas pengamanan perbatasan dan Kodim 0911/Nunukan serta Kodim 0907/Tarakan melalui Babinsa yang ada disetiap Desa

“Kita hanya lakukan komunikasi sosial secara dialogis dan persuasif secara intens, dengan memberikan pemahaman kepada warga berkaitan dengan Undang – Undang Darurat RI No.12 Tahun 1951 tentang larangan memiliki senjata api illegal oleh warga sipil yang sebagian besar memiliki senjata penabur. Senjata-senjata itu biasanya digunakan untuk berburu, akhirnya dengan kesadaran, mereka menyerahkan senjata-senjata itu,”kata Letkol Eko Antoni

Dia mengungkapkan, bahwa sebagian besar warga mengantarkan senjatanya sendiri kepada para personel yang bertugas di pos Satgas Pengamanan Perbatasan, bahkan sebagian warga menyerahkan kepada Babinsa di desanya masing-masing

Terkait hal tersebut, Pangdam VI/Mlw Mayjen TNI Subiyanto melalui Kapendam VI/Mlw Kolonel Kav Dino Martino menyampaikan apresiasinya terhadap hasil kerja nyata selama melakukan komunikasi sosial kepada masyarakat yang dilakukan oleh satuan kewilayahan dan satuan tempur yang tergabung dalam Satgas Pamtas Yonif 611/Awl dan Yonif 621/Mtg serta Kodim 0911/Nunukan

Menurutnya, keberhasilan komunikasi sosial secara dialogis harus terus dilaksanakan untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat tentang bahaya penggunaan senjata api illegal.

“Bukan mustahil, nanti masyarakat juga akan memberikan kontribusi positif seperti melaporkan apabila ada barang-barang illegal yang masuk ke wilayah Indonesia tanpa ijin,”ujar Dino Martino

Ia menegaskan, upaya tersebut akan terus dilaksanakan oleh satuan jajaran Kodam VI/Mulawarman di wilayah Kalimantan Utara baik oleh Satgas Pamtas maupun Kodim wilayah perbatasan

“Kita akan mengajak masyarakat secara sadar untuk tetap menjaga kedaulatan Negara Republik Indonesia di wilayah perbatasan.”pungkasnya (Fzi)

Sumber : Pendam VI/Mulawarman.