Warga Kelurahan Galung Menolak Pemindahan Puskesmas Cangadi

Bagikan Berita

SOPPENG, MAJALAHPRO – Warga Kelurahan Galung Kecamatan Liliriaja Kabupaten Soppeng menolak rencana pemindahan lokasi Puskesmas Cangadi ke wilayah Kelurahan Appanang (kantor Kecamatan Liliriaja lama-red)

Penolakan oleh warga Kelurahan Galung ditandai dengan adanya spanduk yang terpasang di pagar Puskesmas Cangadi

Spanduk tersebut berbunyi, Atas Nama Masyarakat Kel. Galung “MENOLAK !” Pemindahan Puskesmas Liliriaja Dari Kel Galung Ke Kel Appanang

Menurut salah seorang warga Kelurahan Galung, Muhammad Tang (52), atau yang biasa disapa Latando, saat ditemui media ini menyampaikan, seluruh masyarakat Galung menolak keras adanya rencana pemindahan Puskesmas ke Kelurahan Appanang

“Saat ini sudah ada sekitar seribu lebih masyarakat yang bertanda tangan sebagai bukti penolakan,”kata Latando Kamis sore 14/3/2019

“Warga Kelurahan Galung yang berjumlah sekitar tiga ribu lebih, semua siap tanda tangan dan jika memang diperlukan kami akan menyampaikan aspirasi ke DPRD ,”tambahnya

“Meski demikian tentunya kami sebagai masyarakat tetap mengharapkan agar pemerintah mau mendengarkan aspirasi kami dengan mengedepankan musyawarah untuk mencari solusi,”harap Latando

Adapun alasan masyarakat Kelurahan Galung menolak pemindahan Puskesmas atas dasar pertimbangan bahwa masyarakat Cangadi menganggap Puskesmas tersebut menjadi ikon adanya tempat pelayanan kesehatan di Cangadi

Selain itu kata Latando, dengan dipindahkanya Puskesmas ke Kelurahan Appanang akan mengurangi hasil industri rumah tangga warga, dan masyarakat yang lanjut usia akan mengalami kesulitan jika Puskesmas dipindahkan

“Jika pemerintah beralasan bahwa Puskesmas dipindahkan karena keterbatasan lokasi, maka masyarakat siap menjual lahannya jika pihak puskesmas membutuhkan,”tutupnya

Terkait hal tersebut diatas, Lurah Galung, A.Muhsin Rahmat, membenarkan adanya aspirasi masyarakat Kelurahan Galung yang menolak pemindahan Puskesmas

“Memang benar ada sekitar 25 orang yang datang ke kelurahan mengadukan permasalahan tersebut,”kata A Muhsin. Kamis 14/3/2019

Untuk itu Lurah Galung, A Muhsin, telah melakukan upaya dengan menyampaikan permasalahan ini ke Kecamatan melalui surat yang dilayangkan pada tanggal 16 Januari 2019

Dalam surat tersebut kata A.Muhsin, dirinya selaku perpanjangan tangan pemerintah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat menyampaikan sesuai tuntunan masyarakat

“Namun sampai sekarang surat kami belum ada jawaban secara resmi dari pak camat selaku atasan saya, jadi saya belum bisa menyampaikan informasi kemasyarakat terkait permasalahan ini,”jelasnya

Selaku Lurah Galung A Muhsin berharap agar dinas terkait secepatnya memberikan tanggapan secara resmi untuk menghindari informasi yang simpangsiur dimasyarakat serta mencegah hal-hal yang tidak diinginkan

“Kalau sudah ada jawaban yang pasti, apakah jadi pindah atau tidak, merupakan tanggung jawab kita bersama untuk mensosialisasikan kemasyarakat, ataupun kita bisa duduk bersama untuk mencari solusi,”tutupnya (Ar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *