SMPN Satap Tengapadange, Masuk Binaan JSLI

Bagikan Berita

Soppeng, Majalah Pro.Co.Id — Sebagai lembaga yang peduli terhadap pendidikan, Dompet Dhuafa memiliki program Jaringan Sekolah Literasi Indonesia (JSLI). Sebuah model sekolah yang berupaya meningkatkan kualitas sistem pembelajaran dan pengembangan budaya sekolah berbasis literasi.

“Kami mengembangkan peta taktis literasi, yaitu bagaimana kompetensi literasi anak-anak Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau Madrasah Sanawiah mulai dari kelas satu sampai tiga dapat dicapai,” kata Jayanti, M.Pd. Konsultan Sekolah Literasi Indonesia melalui WhatsApp nya, Soppeng, Senin 4/11-2019.

Dikatakan. Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri Satap Tengapadange, Soppeng, Sulsel, resmi memulai pelaksanaan program Jaringan Sekolah Literasi Indonesia (JSLI). Hal ini ditandai dengan simbolisasi peresmian berupa pemotongan pita dan penandatangan Surat Perjanjian Kerjasama antara pihak sekolah yang diwakili oleh Fahrul Zani selaku kepala sekolah dan Jayanti selaku Konsultan JSLI.

Jayanti mengatakan. JSLI sendiri merupakan salah satu program yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa Pendidikan yang berfokus pada peningkatan sistem instruksional dan budaya sekolah dengan kekhasan literasi. Untuk wilayah Sulawesi Selatan, selain di Kabupaten Soppeng, JSLI juga telah dilaksanakan di Kota Makassar dan Kabupaten Bulukumba ujarnya.

Di tempat yang sama Kepla Sekolah SMP Negri Satap Tengapadange Fahrul Zani mengatakan. Hingga satu semester ke depan, SMPN Satap Tengapadange akan memperoleh pendampingan, bantuan bahan bacaan, dan pelatihan guru-guru terkait program literasi sekolah. “Kami sangat bersyukur dan berterimakasih atas kehadiran JSLI di sekolah kami. Semoga dengan kerjasama ini, kami mampu turut terlibat dalam program gerakan literasi sekolah,” tutur Fahrul Zani. (Haerul/**)