PENGENALAN AWAL TENTANG CABENGE

Bagikan Berita
PENGENALAN AWAL TENTANG CABENGE
Oleh : H.A. Ahmad Saransi
Majalah Pro.Co.Id — 12 kilometer ke arah timur kota Soppeng, terdapat sebuah daerah bernama Cabenge. Cabenge tempo doeloe adalah ibu kota kerajaan Lompengeng sebelum berubah menjadi Lilirilau.
Dalam epos I La Galigo Lompengeng sudah sering disebut, dan salah satu Laksamana Angkatan Laut Sawerigading bernama La Mappatudu dari Lompengeng. Dalam epos tersebut La Mappatudu disebut sebagai sepupu dua kali Sawerigading (Baca I La Galigo terjemahan La Side bersama  Kern Penerbit Gajah Mada University Press).
Lompengeng dan Cabenge  berasal dari Bahasa Bugis Kuno (Galigo)  dgn arti sebagai berikut :
Lompeng artinya merayap atau merantau. Bila Lompeng berubah menjadi Lompengeng artinya tempat perantauan. Hal ini bisa dilihat dalam ungkapan ini. Lompengeng ri maje artinya berpindah ke alam arwah (meninggal dunia). Dengan demikian lompengeng berarti tempat perantauan yg baik.
Sedangkan kata Cabeng berasal pula dari bahasa bugis kuno (galigo). Artinya “datang”.
Bila Cabeng ditambah é dibelakangnya menjadi cabengé berarti tempat yg didatangi. Penggunaan kata Cabeng dapat dilihat dalam ungkapan sure galigo seperti, “cabeng maccokong Opunna Ware” artinya “datang lalu duduk Opunna Ware”. Dengan demikian bila cabeng ditambah é dibelakngnya menjadi Cabengé maka berubah artinya menjadi “tempat yg didatangi”.
Dari arti nama tersebut maka dapat disimpulkan bahwa Lompengeng dgn ibu kotanya Cabenge merupakan kota pesisir  yg bagus  didatangi. Atau tempat perantauan yg baik.
Mungkin ada benarnya, krn dalam  realitas obyektifnya awal kedatangan org Cina di Soppeng mula kalanya di Cabenge. Begitupun org Arab (Tuang Thaha), org pakistan (Gulham Nabi atau Tuang Golla), org Toraja, org Sidrap, org sengkang, orang Ujung dari Bone, dan Dr. Benyamin Fredrik Matthes pernah pula berkunjung ke Lompengeng. (Ahmad.S/**)