Pelajaran Berharga Bagi Pelaku Illegal Access Atau Illegal Transmission

Bagikan Berita
Keterangan Gambar : Kapolres Soppen AKBP  MOCH.RONI MUSTOFA, S.I.K., M.I.K.
Soppeng Majalah Pro.Co.IdSatuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Soppeng yang telah berhasil mengungkap kegiatan Illegal Access dan/atau Illegal Transmission (hacker/carding) heboh se-Nasional karena jumlah pelakunya yang terbilang banyak alias puluhan orang, tidak hanya di ungkap perbuatan melawan hukumnya, tapi juga ditangkap dan ditahan sampai dengan saat ini yang sudah persiapan menjalani persidangan.
Kasat Reskrim Polres Soppeng AKP AMRI, A.Md., S.M kepada pewarta melalui pesan singkat via WhatsApp Jumata (06/11/2020) mengatakan. Melaui Pengungkapan tersebut berawal dari nampaknya keanehan kehidupan sebagian oknum anak muda yang menjadi kehawatiran masyarakat dan pemerintah daerah yang hidup mewah namun tidak memiliki usaha dan pekerjaan tetap.
Polres Soppeng tidak berhenti disana dengan hanya menangkap pelaku illegal access and transmission (hacker/carding) namun juga terus mengembangkan pada ekses negatif dari perbuatan itu yaitu membuktikan bahwa perbuatan itu berpotensi pada rusaknya mental dan masa depan generasi kita, sehingga masyarakat Soppeng berkepentingan untuk terus membantu dan mendukung penegakan hukum yang dilakukan oleh Polres Soppeng dalam rangka menjaga generasi kita ujarnya.
Polres Soppeng kembali menangkap dan menahan pelaku  illegal access and transmission (hacker/carding) yang juga terkait dengan pelaku tindak pidana narkotika.
Kapolres Soppen AKBP RONI MUSTOFA, S.I.K., M.I.K. membenarkan “kami telah menangkap dan menahan bahkan telah kami limpahkan ke Kejaksaan pelaku tindak pidana illegal access and transmission (hacker/carding) berdasarkan hasil pengembangan dari pengungkapan tindak pidana narkotika”.
Kepala Kepolisian Resor Soppeng lebih rinci melalui Kasat Reskrim Polres Soppeng AKP AMRI, A.Md., S.M. menyatakan bahwa yang dimaksudkan adalah bahwa adanya penangkapan terhadap Lelaki ED yang merupakan pelaku penyalahgunaan narkoba, yang mana pada saat penangkapan tersebut terdapat Lelaki AR yang sementara melakukan kegiatan  illegal access and transmission (hacker/carding)
Atas pengungkapan perkara tersebut Kapolres Soppeng AKBP RONI MUSTOFA mengungkapkan komitmennya untuk terus berusaha menjaga generasi Soppeng melalui penegakan hukum, komitmen ini terus diperlihatkan dengan melakukan penegakan hukum yang profesional dan proporsional serta akuntabel dan transparan demi menjaga keamanan dan ketertiban serta penegakan hukum di Wilayah Hukum Soppeng dalam rangka memberikan kepastian hukum, keadilan, serta kemanfaatan bagi masyarakat Soppeng sebagai tujuan hukum.
Dicontohkannya, kehawatirannya jika tidak segera ditindak oknum-oknum pelaku ini, berawal dari kegiatan illegal access and transmission (hacker/carding) tersebut maka mereka dapat dengan mudah mendapatkan keuntungan sehingga hidup dengan cara bermewah-mewahan (hedonis) dan bahkan berpotensi menyimpang perilakunya yaitu dengan mengkonsumsi Narkoba, sebelum ini terjadi harus segera dihentikan.
“Tidak semua yang telah kita tangkap juga merupakan pelaku tindak pidana narkotika, namun kami harus segera amankan dalam rangka menghambat itu terjadi” ditambahkannya.
Lebih jauh Kapolres Soppeng mengatakan. Saat ini semua pelaku dimaksud telah dilimpahan beserta barang bukti kepada Jaksa Penuntut Umum yang selanjutnya akan dilakukan persidangan di Pengadilan Negeri Watansoppeng.
Dari peristiwa ini kita mengambil pelajaran, bahwa setiap orang tua harus lebih peduli kepada anak-anaknya untuk mengetahui setiap kegiatan/aktifitasnya agar bisa menghindarkan mereka dari perbuatan yang bisa merusak masa depan mereka.
Mereka adalah generasi Soppeng, bahkan generasi masa depan bangsa kita yang harus dipastikan mereka siap bersaing dalam segala bidang agar bangsa kita terus maju dan bisa bersaing dengan bangsa-bangsa lain.
Hal ini tidak akan terwujud jika dari usia dini mereka bukannya mempersiapkan diri dengan membangun potensi diri tapi justru belajar untuk mengahsilkan uang dengan cara yang tidak dibenarkan.
Semoga kita bisa menjaga anak-anak kita pungkasnya. (Redaksi)