KEARIFAN LA BASO TO AKKARANGENG

Bagikan Berita

KEARIFAN LA BASO TO AKKARANGENG
Oleh : H. Andi Ahmad Saransi

Jika di masa sekarang ini orang berlomba-lomba mengukuhkan statusnya agar terkenal, banyak like, banyak memiliki follower, dan mengharap menjadi selegram. Akan tetapi bagi La Baso To Akkarangeng malah mempertanyakan otoritas yg menyatakan bahwa tidak ada orang yg lebih bijaksana daripada dirinya. Dia tidak bangga dan langsung update status, kalau saat itu ada smarphone, tapi mempertanyakan kebenarannya. Ia bertanya sana-sini untuk menunjukkan bahwa ada orang lain yg lebih bijaksana daripada dirinya.
La Baso To Akkarangeng menyadari bahwa orang bijaksana bukan karena banyak tahu atau sotta (Sok tahu) tetapi ia menyadari ketidaktahuannya.

Untuk itu ketika La Baso To Akkarangeng akan  memangku  Datu Soppeng ia menyempatkan diri datang ke Luwu untuk menemui si nenek Cendikkiawan Luwu. Atas permintaannya sendiri ia memperoleh nasehat dari si nenek mengenai beberapa hal yg dapat menimbulkan rasa penyesalan dan agar terhindar dari penyesalan.
La Baso dipesankan pula mengenai syarat2 orang yg akan diangkat untuk menduduki suatu jabatan, atau sesuatu tanggung jawab. Syarat2 itu adalah : 1. Orangnya harus punya kejujuran; 2. Orangnya harus berfungsi akalnya; 3. Orangnya harus punya keberanian, dan 4. Orangnya harus kaya.

Sebelum La Baso melompat ke atas kudanya untuk kembali ke Soppeng, si nenek memegang bahunya sambil membisikkan kepada cucunya: “jangan sampai engkau terlalu manis; jangan sampai juga engkau terlalu pahit. Sebab jika engkau terlalu manis, orang akan menelan engkau; jika engkau terlalu pahit, orang akan memuntahkan engkau. Pegang baik-baik apa yang telah kupesankan kepadamu, hai Cucuku !”.

La Baso To Akkarangeng bukan pemuja abonngoreng (kebodohan) dan meremehkan pengetahuan, tetapi mengajarkan ILMU PADI. Semakin pandai semakin rendah diri, semakin terpelajar semakin tahu diri, semakin luas pengetahuan semakin senang belajar, semakin mendalam wawasan semakin suka mendengarkan. Itulah kearifan La Baso To Akkarangeng  yg perlu kita petik di era digital ini.