Kasus Suket Palsu di Soppeng, Jhon” kok Belum Ada Tersangka

Bagikan Berita

MajalahPro.Co.Id, Soppeng – Lembaga Kajian dan Advokasi Hak Asasi Manusia Hak Asasi Manusia Indonesia (LAK-HAM INDONESIA), meminta kepada aparat penegak hukum (APH) untuk terus mengusut dugaan pemalsuan Surat Keterangan (Suket) Covid-19 yang terjadi di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Pasalnya nama oknum Direktur Utama (Dirut) RS Latemmamala berinisial NR disebut di dalam video yang beredar luas dalam dugaan pemalsuan tersebut.
Pernyataan ini disampaikan oleh Tim Pengawasan dan Pemantauan LAK-HAM INDONESIA, Jumarjon dalam keterangannya, Sabtu (24/4/2021) siang.

Ia menambahkan bahwa persoalan ini harus dituntaskan karena telah membuat heboh dan menjadi perhatian masyarakat luas.
“Sebagai warga Soppeng saya cukup malu dengan peristiwa ini, makanya kami akan kawal terus,” jelasnya.

Jumarjon menegaskan, publik sangat menanti dan berharap polisi mengungkap dalang utamanya.

“Ya, kami menanti pihak kepolisian untuk mengungkap dalang utama dari kasus dugaan pemalsuan Suket ini,” imbuhnya.

Selain itu, lanjut Jumarjon, pihaknya juga akan terus mengawal kasus tersebut. Kata dia juga akan melakukan rapat khusus bersama tim untuk melakukan pelaporan ke instansi terkait lainnya.

“Segera kami akan melakukan pertemuan bersama tim, dan permasalahan ini akan kami terus kawal terus, dan secara tegas kami akan melakukan pelaporan ke aparat penegak hukum lainnya di tingkat provinsi dan pusat,” bebernya.

Ditanya soal kemana LAK-HAM INDONESIA akan melaporkan kasus ini, Jumarjon menyebut, tak menutup kemungkinan kasus ini akan dilaporkan ke Polda Sulsel, KPK, dan Mabes Polri.

“Ya secepat mungkin,” singkatnya.
Untuk diketahui, informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, kini NR dicopot dari jabatannya sebagai Dirut. Pencopotan tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan Inspektorat dan desakan masyarakat yang geram usai mendengar adanya dugaan pemalsuan Suket Covid-19 yang dikeluarkan RSUD Latemmamala Soppeng. Diketahui SK itu telah ditandatangani Bupati Kabupaten Soppeng, Andi Kaswadi Razak.

Atas peristiwa itu, sejumlah oknum yang terlibat di dalamnya di mutasi, juga ada di copot dari jabatan sebelumnya.

Berikut nama instansi pengguna Suket yang diduga dipalsukan yang di lansir jurnalnews.net, Jumat (16/4): Kandep Agama, Kepala SKPD, kakak, adik dan anak dari dr. Nirwana. Kemudian Anak Anggota DPRD Soppeng, Rekanan Alat Kesehatan, Kontraktor, dan rekan dr. Nirwana.

Diketahui, Sri Idawati yang sebelumnya sebagai Kepala Laboratorium, saat ini ia di mutasi di Puskesmas Paconkang. Lalu dr. Mustaqim yang sebelumnya sebagai Kepala Instalasi Laborarorium RSUD Latemmamala dan penanggung Jawab Laboratorium Covid-19, di mutasi ke Puskesmas Sewo, Kecamatan Lalabata.

Kemudian Musdianzah Sukarno yang sebelumnya petugas Labkesda, dipindahkan ke Puskesmas Tajuncu.
Pengisian jabatan untuk Plt Direktur Utama RS Latemmamala kini dijabat oleh Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan, Sallang.

(Eps)