Kampanye Akar – LHD Angkat Issu Tanaman Porang

Bagikan Berita

Soppeng Majalah Pro.Co.Id — Tanaman porang saat ini menjadi perbincangan menarik dari seluruh kalangan, disebabkan karna budidaya tanaman ini dianggap sangat menjanjikan dari segi hasil juga dari segi pengembangannya.

Itu juga yang membuat salah satu Ketua Fraksi Partai Nasdem di Kabupaten Soppeng daerah pemilihan Marioriwawo, Andi Mahfud, S.Sos antusias mengajak masyarakat di daerah pemilihanya untuk melakukan pengembangan tanaman Porang.. Hari ini, Minggu, (04/10/2020) Andi Mahfud dan rombongan dalam rangka pertemuan tatap muka pasangan Cabup – Cawabup AKAR – LHD di pilkada Soppeng mengunjungi 3 Desa di Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng.

Andi Mahfud Anggota di DPRD Kabupaeten Soppeng, meyakini bahwa kontur tanah, dan iklim di Soppeng sangat cocok untuk pengembangan Porang, sebab Soppeng menjadi salah satu daerah agraris dengan kecocokan tanaman pertanian untuk dikembangbiakkan.

“Legislator Partai Nasdem Daerah Pemilihan Marioriwawo berucap, maka tentu saya percaya pengembangan Porang di Soppeng ini terus kami galakkan dan dorong, apalagi Soppeng masih memiliki lahan yang luas dan tentu juga meyakini Porang di Soppeng akan berkembang dan maju.”.

Harapan lainnya, Andi Mahfud mengajak Masyarakat di Kabupaten Soppeng untuk menyiapkan lahannya untuk ditanami Porang, dan berharap Soppeng akan menjadi sentra dari tanaman baru yang memiliki nilai jual tinggi dan kualitas ekspor ini.

“Kami harapkan Soppeng akan menjadi sentra Porang di Sulawesi Selatan, rasanya itu tidak mustahil, selagi kelompok tani dan masyarakat bersama-sama membangun dan berani mencoba keluar dari kebiasaan tanaman sebelumnya. Apalagi Porang ini cukup singkat waktu masa panennya”. pungkasnya.

Ditempat yang sama Calon Wakil Bupati Soppeng H. Lutfi Halide dalam penyampaiannya mengatakan. Sebenarnya, tanaman Porang sudah bertahun-tahun di tanam masyarakat. Tapi, baru kali ini, pemerintah hadir untuk meningkatkan produksi karena pasar sudah jelas. Ia menegaskan, Porang memiliki potensi sebagai tanaman ekspor, yang sampai saat ini bahan bakunya masih sangat kurang.

“Porang ini diekspor ke Jepang, China dan sejumlah negara eropa. Bisa digunakan sebagai bahan pembuatan kosmetik,” kata Lutfi Halide.

Era Baru Pertanian Soppeng, “Ini era baru pertanian Soppeng. Sekaligus pemanfaatan lahan kosong yang masih sangat luas, terutama di wilayah timur,” ujarnya.

Menurut H. Lutfi Halide, Porang memiliki pasar yang menjanjikan. Karena termasuk komoditi ekspor yang bisa menghasilkan dollar.

Ia berharap, komoditi ini terus dikembangkan, karena sangat berpengaruh terhadap ekonomi petani, lapangan kerja hingga pemanfaatan lahan kosong di Soppeng.

“Penanaman mudah, pasar menjanjikan. Saya kira, Soppeng bisa menjadi tujuan studi banding. Sisa pendampingan dari semua pihak agar kualitas semakin baik,” katanya.

Menginisiasi komoditi Porang di Sulsel mengatakan, upaya ini dilakukan untuk merubah paradigma petani Sulsel.

“Petani kita harus berpikir, menanam tanaman pangan yang mudah dan memiliki nilai ekonomi tinggi,” katanya.

Selain di Soppeng, kata Calon Wakil Bupati Soppeng Partai Nasdem itu, ujicoba penanam porang atau bahasa bugisnya “siapa” juga sudah dilakukan di beberapa daerah, termasuk Sidrap, Maros. Tanaman ini banyak tumbuh liar di sejumlah lahan pungkasnya. (Haerul.S/Redaksi)