Bantu AKAR Mencari Wakilnya

Bagikan Berita

Soppeng Majalah Pro.Co.Id — Di Indonesia, Bupati adalah Kepala Daerah untuk daerah Kabupaten. Seorang Bupati, yakni Kepala Daerah untuk daerah Kabupaten. Pada dasarnya, Bupati memiliki tugas dan wewenang memimpin penyelenggaraan daerah berdasarkan kebijakan yang ditetapkan bersama DPRD Kabupaten. Bupati dipilih dalam satu paket pasangan dengan Wakil Bupati melalui Pilkada. Buapti merupakan jabatan politis, dan bukan Pegawai Negeri Sipil. Ketentuan mengenai kepala daerah dan wakil kepala daerah secara umum diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (“UU 23/2014”) sebagaimana yang telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015.

Seorang Bupati umumnya dibantu dan berpasangan dengan seorang Wakil Bupati. Wakil Bupati juga merupakan jabatan politis, tetapi dapat berasal dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau non-Pegawai Negeri Sipil sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 102 Tahun 2014 tentang Tata Cara Pengusulan dan Pengangkatan Wakil Gubernur, Wakil Bupati, dan Wakil Wali kota penentuan jumlah Wakil Wali kota (Wawali)

Ketua Korps Alumni HMI (KAHMI)  Soppeng H.A.Agus Wittiri kepada Majalah Pro Minggu 13/10-2019 melalui WhatsAPPnya mengatakan. Tentunya incumbent mempunyai peluang terbesar dalam memenangkan Pilkada Bupati Soppeng kali ini. Kekuatan AKAR ini adalah selain popularitas H.Andi Kaswadi Razak yang sudah dikenal publik sejak Pilkada Bupati 2010, AKAR didukung oleh partai terbesar di parlemen. Dengan mengantongi suara 45% pada pemilu legislatif 2019 tentu AKAR ini akan berkibar di atas angin. Belum lagi suara dari partai-partai pendukung lainnya. Hal inilah yang akan dimanfaatkan incumbent untuk menggaet suara pemilih agar mencapai 65 % ujar Andi Agus.

“Memang fenomena global begitu. Yang namanya incumbent itu memiliki kelebihan karena dia mempromosikan diri lebih awal lewat program-program populis. Program ini sebenarnya akan dinikmati oleh seluruh masyarakat Soppeng,” bahwa di mana-mana melawan petahana memang bukan perkara mudah.jelas Agus Wittiri.

Lanjut H.A. Agus Wittiri mengatakan. Yang menarik dipikirkan bahwa kesemua pendaftara di sekretariat DPD GOLKAR Soppeng pada umumnya melamar sebagai kosng dua alias Wakil Bupati diantaranya Haeruddin Tahang Ketua DPC Partai Demokrat, Nurmal Idrus Direktur Nurani Strategic, H. Aris Muhammadiyah dari PKB sekalipun H. Aris juga mendaftar sebagai kosong satu namun bisa saja beralih menjadi kosong dua ini semua bisa terjadi, dari Gerindra ada Asmawin, dari Nasdem ada H. Rusman sekalipun H. Rusman tidak mengembalikan formulirnya tetapi kans dari masyarakat Soppeng H. Rusman layak diperhitungkan ujarnya. (Haerul/**)