13 Kampung KB Tersebar Di 8 Kecamatan, Gelar Pertemuan Ketahanan Berbasis Kelompok

Bagikan Berita
Keterangan Gambar : Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Soppeng Hj.A.Husniati, S.Sos.MM
Soppeng  Breaking SulSel.Co.Id — Memang tidak dapat kita pungkiri, bahwa kampung sangat identik dengan istilah-istilah seperti itu, begitu juga halnya dengan istilah Kampung KB yang akhir-akhir ini menjadi icon yang cukup populer tidak hanya dikalangan para pengelola program Kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga (KKB-PK) dalam hal ini BkkbN, akan tetapi juga banyak diperbincangkan oleh lembaga-lembaga departemen ataupun non-departemen mulai dari tingkat daerah sampai ketingkat pusat.
Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Soppeng bersama  kader Kampung KB menggelar pertemuan ketahanan berbasis Kelompok di dusun Lamogo desa pattojo kecamatan Liliriaja Kabupaten Soppeng, Kamis (12/11/2020)
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Soppeng Hj.A.Husniati, S.Sos.MM saat dikonfirmasi terkait kegiatan ini mengatakan. Kampung KB  merupakan  Satuan  wilayah  setingkat  RW, dusun atau setara ,yang memiliki kriteria tertentu dimana terdapat beberapa Kelompok Tribina diantaranya kelompok Bina keluarga lansia (BKL) Bina keluarga remaja (BKR) Bina keluarga Balita (BKB) membina masyarakat mulai dari balita remaja sampai langsia agar kehidupan mereka lebih layak dan berkualitas ujarnya.
Lanjut A. Husniati mengatakan. Lantas kenapa kampung KB ini dibentuk, ada beberapa hal yang melatar belakanginya, yaitu : (1) Program KB tidak lagi bergema dan terdengar gaungnya seperti pada era Orde Baru, (2) untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung atau yang setara melalui program KKBPK serta pembangunan sector terkait dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas, (3) penguatan program KKBPK yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh dan untuk masyarakat, (4) mewujudkan cita-cita pembangunan Indonesia yang tertuang dalam Nawacita terutama agenda prioritas ke 3 yaitu “Memulai pembangunan dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan” serta Agenda Prioritas ke 5, yaitu “Meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia”, (5) mengangkat dan menggairahkan kembali program KB guna menyongsong tercapainya bonus demografi yang diprediksi akan terjadi pada tahun 2010 – 2030 pungkasnya.

Ditambahkan oleh A.Husniati. Untuk wilayah Kabupaten Soppeng di 8 kecamatan ada 13 Kampung KB yang sudah dibentuk, kegiatan dikampung KB adalah pertemuan pokja, Lokakarya mini/lokmin, pertemuan keluarga berbasis kelompok, dan pertemuan forum musyawara pungkas A.Husniati

Semantara Kepala Desa Pattojo H.Herman maulid dalam sambutannya mengatakan. dengan keberadaan kampung KB kita berharap ada perubahan dari pola pikir masyarakat perubahan budaya yang lebih berkarakter, serta perubahan lingkungan yang lebih kondusif, Secara umum, tujuan dibentuknya Kampung KB ini adalah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung atau yang setara melalui program KKBPK serta pembangunan sektor terkait lainnya dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas. Sedangkan secara khusus, Kampung KB ini dibentuk selain untuk meningkatkan peran serta pemerintah, lembaga non pemerintah dan swasta dalam memfasilitasi, mendampingi dan membina masyarakat untuk menyelenggarakan program KKBPK dan pembangunan sektor terkait, juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pembangunan berwawasan kependudukan ujarnya.
Sasaran kegiatan yang merupakan subyek dan obyek dalam pelaksanaan kegiatan operasional pada Kampung KB selain keluarga. PUS, lansia, dan remaja juga keluarga yang memiliki balita, keluarga yang memiliki remaja dan keluarga yang memiliki lansia.

Sedangkan sasaran sektoral disesuaikan dengan bidang tugas masing-masing yang pelaksananya adalah Kepala Desa/Lurah, Ketua RW, Ketua RT, PKB, Petugas lapangan sektor terkait, TP PKK, kader Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP) dalam hal ini PPKBD dan Sub PPKBD, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokohagamat, tokoh pemuda serta kader pembangunan lainnya.

“Karna adanya kampung KB di Desa Pattojo saya berharap semua warga berpatisipasi memanfaatkan waktu dan kesempatan belajar, kedepan kampung kita bisa menjadi kampung yang jauh lebih maju dan mandiri dari sebelumnya” pungkasnya.(Redaksi)