11 Status ODP, 2 Status PDP Di Kabupaten Soppeng

Bagikan Berita

Soppeng Majalagpro.Co.Id — Jumlah yang berstatus Orang Dalam Pengawasan (ODP) di kabupaten soppeng bertambah dari semula 7 orang menjadi 11 orang ada penambahan sebanyak 4 orang yang berstatus ODP, sementara yang berstatus PDP 2 orang hingga Selasa Siang 31/3-2020 data tersebut merupakan akumulasi dari perhitungan data yang kemarin melaui juru bicara Tim gugus Covid-19 Kabupaten Soppeng.

Juru bicara Tim Gugus Covid-19 Kabupaten Soppeng Suriasni melalui telepon selulernya Selasa 31/3 mengatakan. kami telah memperoleh data dari dinas kesehatan melalui hasil koordinasi dari pihak rumah sakit, ada penambahan status ODP baru sebanyak 4 orang yang semula 7 yang berstatus ODP keseluruhannya sudah 11 orang yang berstatus ODP, sementara yang berstatus PDP sebanyak 2 orang  ujarnya.

Di Hari Senin Sempat  mengalami penurunan, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) terkait corona COVID-19 di Kabupaten Soppeng Provinsi Sulawesi Selatan kali ini  6 Orang. Sebelumnya jumlah ODP di Soppeng sebanyak 7 Orang, turun 1 yang sudah sembuh melalui rekomendasi Dinas Kesehatan sementara yang berstatus PDP belum ada namun, pada hari selasa 31/3 bertambah untuk status ODP menjadi 11 orang PDP 2 orang ujarnya.

“Meningkatnya sebanyak 11 Orang yang berstatus ODP dan PDP 2 orang dari hari sebelumnya. Kondisi ini membuat kurva grafik ODP dan PDP meningkat,” kata Suriasni dalam Pesan Singkatnya via WhatsApp, Selasa (31/3/2020).

Penyebaranya lanjut Suriasni juru bicara Tim Gugus Covid-19 Kabupaten Soppeng mengatakan. Penambahan Untuk Status ODP 4 Orang berasal dari kecamatan Marioriawa sementara yang bersatatus PDP 1 orang dari Kecamatan Lalabata dan 1 orang PDP dari kecamatan Lilirilau  jelasnya.

Suriasni pun meminta masyarakat tetap tenang dalam menghadapi Covid-19. langkah yang dilakukan adalah melakukan penyelidikan epidemiologi di rumah ketujuh orang yang berstatus ODP. ” Mengenai data yang lain tunggu hasil pemeriksaan laboratorium baru diberikan secara lengkap,” singkatnya melalui telepon selulernya.

Dia juga mengingatkan agar masyarakat menjaga jarak tidak terlalu dekat dengan kontak sosial dan menghindari kerumunan yang sangat memungkinkan terjadinya penularan di antara penderita dengan yang sehat. (**)