11 Guru SMP Satap Tengapadange Jadi Peserta Pelatihan Literasi

Bagikan Berita

Soppeng, majalahpro.Co.Id — Sekolah jaringan literasi Indonesia (SJLI) merupakan salah satu program Dompet Dhuafa Pendidikan yang berkonsentrasi dalam meningkatkan kualitas sistem pembelajaran dan pengembangan budaya sekolah berbasis literasi.

SMP Satap Tengapadange sebagai salah satu sekolah jaringan literasi Indonesia memperoleh pelatihan sekolah literasi pada Senin, 18 November 2019. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan peresmian program yang dilangsungkan pada 4 November lalu.

Dihadiri oleh guru-guru SMP Satap Tengapadange yang terdiri atas 11 guru. pelatihan ini mencakup materi Pengenalan Konsep Sekolah Literasi, Fun Literacy Activities dan optimalisasi perpustakaan kelas (Ceruk Ilmu).

Pelatihan yang diisi oleh Konsultan SJLI, Jayanti, M.Pd ini menggunakan pendekatan student-centered sehingga peserta pelatihan terlibat secara aktif.

Secara langsung peserta diajak mempraktekkan beberapa teknik pembelajaran literasi, memperagakan media pembelajaran literasi dan workshop membuat rak buku dari bahan-bahan yang murah dan mudah diperoleh.

Pada akhir pelatihan, peserta pelatihan menghasilkan tiga kreasi rak buku dari kardus bekas.

Melalui pelatihan ini para guru SMP Satap Tengapadange diharapkan mampu menerapkan program-program literasi di kelasnya.

Setelah memperoleh pelatihan, SMP Satap Tengapadange akan memperoleh pendampingan, monitoring dan evaluasi dalam rangka peningkatan program literasi sekolah.

Hal tersebut terungkap saat Kepala SMPN Satap Tengapadange, H. Fahrul Sani, S.Pd dalam sambutannya.

Kasek ini juga menyampaikan rasa syukur dan terimakasih pada Dompet Dhuafa Pendidikan atas kehadiran SJLI di sekolahnya.

Diharapkan,  harapan agar SMP Satap Tengapadange dapat melaksanakan program literasi dengan baik dan mengajak para guru agar terlibat aktif dalam menyukseskan program tersebut. (rh/**)