Realisasi Penerimaan Capai 133,28

Bagikan Berita
Pinrang, Majalah Pro. Co.Id — Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pinrang tahun 2019 mencapai 133,28 milliar atau 101,54 % dari target yang ditetapkan sebesar Rp.131,28 milliar dibandingkan realisasi tahun 2018 sebesar Rp.130,65 milliar, terjadi peningkakatan sebesar 2,66 milliar atau 2 % .
Hal itu diungkapkan Bupati Pinrang, A.Irwan Hamid saat membacakan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban Tahun 2019, pada acara rapat paripurna DPRD Kabupaten Pinrang melalui teleconference, Rabu, 8 April 2020, Pkl.14.00 wita.
Rapat paripurna dipimpin langsung yang juga selaku admin, H.Muhtadin, didampingi Wakil Ketua, Ir.Syamsuri dan Ahmad Jaya Baramuli, Plt.Sekwan Pinrang Drs.Cendera Yasin beserta staf bertempat di rujab Ketua DPRD Pinrang.
Sedangkan Bupati dan Wakil Bupati Pinrang serta sejumlah Forkopimda mengambil lokasi di gedung Kominfo. Sementara itu,  anggota DPRD serta undangan lainnya yang juga menghadiri rapat paripurna ini melalui video conference bertempat di ruang kerja masing-masing.
Lanjut Irwan Hamid, dalam Laporannya, sejalan dengan penetapan kebijakan pengelolaan keuangan daerah, melalui forum yang terhormat ini, saya melaporkan kinerja keuangan daerah yang meliputi pendapatan daerah, belanja daerah dan pembiayaan daerah tahun 2019.
 Pendapatan daerah pada Tahun 2019 dapat tercapai 1,298 trilyun dari target yang ditetapkan sebesar 1,296 trilyun diandingkan dengan tahun 2018 sebesar 1,282 trilyun.
 Untuk dana transfer, realisasinya mencapai 1,041 trilyun atau 10,22 % dari target sebesar 1,039 trilyun dibandingkan tahun sebelumnya realisasi sebesar Rp. 1,012 trilyun.
Selanjutnya, rencana belanja disusun berdasarkan pendekatan kinerja, berdasarkan ketentuan tentang anggaran kinerja, hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan akuntabilitas perencanaan anggaran serta memperjelas efektifitas dan efisiensi penggunaan alokasi anggaran dimaksud.
“Oleh karena itu orientasi belanja daerah diprioritaskan untuk efektifitas pelaksanaan tugas pokok dan fungsi masing-masing satuan kerja perangkat daerah,” papar mantan Ketua DPRD Pinrang tersebut.
Tambah Irwan Hamid, terkait pelaksanaan anggaran dari sisi belanja daerah, sampai dengan tahun anggaran 2019 telah direalisasikan sebesar Rp.1,291 trilyun atau 94,01 % dari target yang ditetapkan sebesar Rp.1,374 trilyun, dibandingkan dengan realisasi belanja tahun anggaran 2018 sebesar 1,351 trilyun.
Selanjutnya, pembiayaan daerah pada tahun anggaran 2019 mencakup penerimaan dan pengeluaran pembiayaan daerah. Realisasi terhadap pembiayaan netto adalah sebesar 77,38 milliar, atau 100,07 % dari target anggaran sebesar 77,33 milliar.
Sedangkan menurut Ketua DPRD Pinrang, H.Muhtadin, dalam kata pengantarnya, rapat paripurna yang dilaksanakan pada hari ini dengan memanfaatkan fasilitas teleconference, hal ini berdasarkan dari Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor : 700/1723/OTDA Tanggal 24 Maret 2020, perihal perpanjangan waktu penyerahan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) pada ketentuan Nomor 6 menyebutkan bahwa untuk kelancaran penyelenggaraan pemerintahan dan tugas rutin di lingkungan Pemerintah Daerah khususnya untuk memenuhi ketentuan pasal 71 ayat (2) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, Gubernur, Bupati dan Walikota yang daerahnya ditetapkan status kejadian luar biasa (KLB) Covid-19 dapat menyempaikan LKPJ kepada DPRD dengan memanfaatkan sarana teleconference dan /atau video conference dan penyempaiannya diundur paling lambat tanggal 30 April 2020.
” Menyikapi himbauan pemerintah, maklumat Kapolriserta surat edaran Menteri Kesehatan tentang protokol kesehatan terhadap penanggulangan Covid-19 demi membatasi penyebaran penyakit Covid-19 di daerah Kabupaten Pinrang yang kita cintai ini. (Hms DPRD/Ys/**)