Warga Protes Pembangunan Proyek Embung Aji Raden di Lamaru

Bagikan Berita

Balikpapan, majalahpro.co.id – Warga yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) memprotes pelaksana proyek Pembangunan Prasarana Air Baku Embung Aji Raden yang dikerjakan oleh PT Alfa Sarana Tehknik Balikpapan yang berlokasi dibilangan lahan pertanian milik warga di Kelurahan Lamaru, Balikpapan Timur

Proyek Pembangunan Embung yang merupakan program Kementerian PUPR tersebut dikeluhkan warga petani karena pelaksanaannya dianggap sebagai penyebab terjadinya banjir dilahan pertanian

Warga yang tergabung dalam tiga Kelompok Tani Karya Baru, Aji Raden Bersatu dan Kelompok Tani Baru 4 menduga pembangunan Proyek Prasarana Air Baku tersebut sebagai penyebab terjadinya banjir dilahan pertanian mereka. Sehingga warga mengalami kerugian karena terancam gagal panen

Ketua Gabungan Kelompok tani Karya Baru, Armain (40) kepada majalahpro.co.id mengatakan, jika aktivitas pembangunan bendungan Embung tersebut menduga sebagai dampak yang menyebabkan banjir dilahan pertanian yang dikelolanya selama ini

Menurutnya, dari dampak banjir tersebut tanaman seluas 2 hektar yang ia kelolanya seperti cabe, jagung, pisang dan tanaman palawija lainnya terancam gagal panen karena sering terendam air, akibatnya kerugian yang dialaminya bersama kelompok tani yang lain membuatnya resah

“Perusahaan sebagai pelaksana proyek seakan tidak perduli dengan nasib warga, sebelum pekerjaan tersebut dimulai saya sudah mengingatkan untuk tidak mempersempit aliran sungai yang ada disekitar lahan pertanian warga karena bisa mengakibatkan terjadinya banjir,”ujar Armain kepada majalahpro.co.id dikediamanya, Kamis 13/6/2019

Penyebab banjir itu, lanjut Armain, sungai kecil maupun sungai utama yang ada justru dipersempit oleh pihak pelaksana proyek dengan tumpukan material yang menutupi aliran sungai. Sehingga membuat lahan pertanian warga jadi terendam banjir

Selain itu, kata Armain, pihak pelaksana proyek juga di anggap mempersulit warga karena menutup akses jalan menuju kelahan pertanian tanpa koordinasi terlebih dulu. Pada hal jalanan tersebut merupakan hasil keringat warga petani yang dibuat untuk akses sehari hari dalam mengangkut hasil pertanian

“Kami sebenarnya kecewa sekali dengan ditutupnya jalan oleh pihak pelaksana proyek. Hanya roda dua yang diperbolehkan lewat, seharusnya dicarikan solusi dulu, jangan sampai menghambat aktivitas para petani”ketusnya

“Saya hanya bisa berharap agar pihak pelaksana proyek maupun pemerintah bisa memperhatikan nasib para petani, karena hasil pertanian itulah sebagai penyambung hidup kami bersama keluarga,”sambungnya

Terkait hal tersebut Humas PT Alfa Sarana Tehnik Balikpapan, Ardan saat dikonfirmasi menampik jika penyebab banjir karena adanya kegiatan proyek Bendungan Aji Raden

Menurut Ardan, kondisi areal lokasi proyek memang sering terjadi banjir. jadi, bukan semata karena adanya kegiatan proyek tersebut

“Pemerintah Kota Balikpapan tentunya telah melakukan pengkajian, sehingga menempatkan lokasi bendungan Embung di wilayah ini,”kata Ardan didampingi konsultan proyek serta pengawas lapangan Suriansyah, Jum’at, 14/6/2019

Namun demikian, Ardan mengakui jika ada sebagian aliran sungai yang menyempit karena untuk jalur alat berat

“Jika jalanan terlalu lebar dikhawatirkan jembatan tidak mampu menahan beban alat berat,”ungkap Ardan

Adapun jalan yang menurut warga ditutup, Ardan menjelaskan, bahwa jalan tersebut sebenarnya tidak ditutup namun hanya digunakan sementara untuk menampung material timbunan

“Jalan tidak ada kami tutup, disisi jalan hanya kami gunakan untuk meloding tanah timbunan,”tegasnya (Ar)